Health, Kesehatan

Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Dianggap Remeh

Indonesia yang beberapa waktu lalu mulai melonggarkan pembatasan aktivitas seiring penurunan angka penyebaran Covid-19 nampaknya belum bisa bernafas lega. Pemerintah baru-baru ini memberikan peringatan adanya kasus varian baru yaitu Omicron yang kembali mengejutkan masyarakat Indonesia.

Apa itu varian baru Omicron?

Ilustrasi Virus

Varian Omicron adalah jenis varian baru Covid-19 yang berasal dari evolusi SARS-CoV-2 varian B.1.1.529. Kasus pertama varian ini terjadi di Afrika Selatan pada 24 November 2021. Gejala awal dari varian Omicron ini hampir sama dengan gejala klasik virus Covid-19, seperti hilangnya indera penciuman, pilek, dan demam.

Ada beberapa gejala khusus yang terjadi apabila varian Omicron menyerang, seperti kelelahan yang ekstrem, pegal-pegal, keringat malam, dan tenggorokan gatal. Penemuan kasus pertama varian Omicron di Indonesia tercatat pada bulan Desember 2021 lalu, melalui hasil tes terhadap ketiga petugas kebersihan di Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Omicron varian yang lebih ringan

Tingkat penyebaran varian terbaru ini lebih rendah daripada kasus Covid-19 varian sebelumnya. Data analisis dari Imperial College London di Inggris menunjukkan bahwa mutasi varian ini lebih kecil daripada kasus varian sebelumnya, karena adanya pengaruh dari kekebalan imunitas masyarakat yang sudah divaksinasi. Sebuah penelitian dari University of Hong Kong menyatakan bahwa varian Omicron menginfeksi saluran pernafasan dengan cepat, namun tidak dapat menembus saluran paru–paru, hal itu dapat menjadi indikasi kemungkinan resiko untuk dirawat di UGD 25% hingga 30% lebih rendah.

Omicron cepat menyebar

Gambar Omicron

Prof. Mark Woolhouse, dari University of Edinburgh menyampaikan, “Paparan varian Omicron bisa relatif ringan bagi sebagian besar orang, tetapi masih ada potensi bahwa semua infeksi ini terjadi bersamaan dan memberikan tekanan serius pada layanan kesehatan”. Meski varian terbaru tidak lebih parah dari varian Covid-19 sebelumnya yaitu varian Delta, bukan berarti varian Omicron tidak berbahaya.

“Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan varian Delta, terutama pada mereka yang telah vaksin sekalipun, bukan berarti varian Omicron merupakan kategori yang ringan,” kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus ketika menghadiri suatu acara di Jenewa, Swiss. Hal ini menjadi sebuah peringatan bagi masyarakat atas bahaya dari varian baru tersebut. Sebuah studi juga menunjukkan pada rentan usia relatif muda akan lebih rawan tertular varian virus tersebut.

Patuhi protokol kesehatan

Maka penting untuk kita sadari bahwa vaksin saja tidaklah cukup sebagai  jaminan terhadap varian wabah yang ada di lingkungan sekitar. Kesadaran akan pentingnya menerapkan segala bentuk protokol kesehatan yang dimulai dari diri sendiri dengan mendisiplinkan semua anggota rumah, kesadaran untuk saling mengingatkan, melindungi serta mengaplikasikan protokol kesehatan guna menekan laju penyebaran virus Covid-19.

AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru)

Patuh terhadap aturan dari pemerintah guna melindungi diri dan lingkungan sekitar dari bahayanya virus yang selalu mengintai merupakan hal yang wajib bagi setiap orang, produktivitas selama pandemi akan selalu aman dan terjaga apabila seluruh komponen masyarakat dan lingkungannya senantiasa sadar pentingnya menerapkan aturan pemerintah guna meminimalisir angka penyebaran virus Covid-19.

Penulis : Nafi’ul Jannah

Editor : Brian Rahman

Sumber referensi :

Adaptasi Kebiasaan Baru pada Masa Pandemi Covid-19

Varian Baru Covid-19 yang Membebani Layanan Kesehatan

Fakta Varian Terbaru Covid-19

freepik.com (1)

freepik.com (2)

Baca juga artikel lainnya:

Berbagai Jenis Olahraga sebagai Obat Alami Tubuh

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.